Penyesalan Tak Berujung (versi 1)

Kamis, 03 November 2011

Di belakang jeruji besi terlihat seorang Rorey Farzan Hakiim yang sedang menangis. Farzan yang sekarang dipenjara lantaran tersandung kasus korupsi ini terlihat sangat menyesal atas perbuatannya tersebut. Ia merasa menyesal bukan lantaran ia dipenjara tetapi lantaran ia teringat akan janjinya kepada ibu dan ayahnya sebelum kedua orang tua nya tersebut meninggal dunia.
Farzan yang dulunya seseorang yang tumbuh dikeluarga yang kurang mampu di daerah Poso Sulawesi tengah, dimana ibunya yang bernama Tina yang bekerja sebagai pencari kayu bakar di hutan dan ayahnya bernama Rodman yang bekerja sebagai buruh tambang. Farzan yang kini teringat akan kata-kata ayahnya, kalau ayahnya ingin melihat Farzan menjadi seorang DPR yang bijaksana dalam membuat keputusan dan dalam menyalurkan aspirasi masyarakat. Hanya kata-kata itulah yang ia ingat dari ayahnya karena ayahnya meninggal saat ia berusia 8 tahun. Tidak hanya kata-kata ayahnya tetapi ia ingat 2 kalimat ibunya yang paling dia ingat hingga sekarang yaitu “uma bungah sama nanang unda” yang berarti ibu bangga sama kamu anak laki-laki ku dan “Arti nama kau, Rorey berarti pemimpin, Farzan bearti bijaksana, dan hakiim berarti pandai. Maka dari itu uma sama abah kau ingin kau menjadi seorang pemimpin yang bijaksana.”
Setelah ia pindah ke Jakarta, Farzan berubah kepribadian karena terpengaruh dengan gemerlap kehidupan di Jakarta. Pada saat itu ia mengambil jurusan hukum di Universitas Indonesia. Setelah ia lulus, ia berhasil menjadi seorang DPR. Pada suatu hari ia jatuh cinta dengan seorang gadis yang bernama Muranda Calluella yang sering disapa Ella. Tak lama kemudian mereka pun menikah, padahal Farzan pun belum sepenuhnya mengerti sifat asli dari Ella karena pada dasarnya mereka baru saja kenal.
Pada suatu hari Farzan mengurus proyek pembangunan gelora bung karno bersama Rayno. Beberapa hari kemudian Rayno dan Farzan yang sedang berada di lobby untuk menunggu rapat, tiba-tiba Rayno berkata “zan, hidup di Jakarta ini susah ya?” Farzan pun menjawab “iya memang susah makanya kita harus bekerja keras demi mendapat uang” Rayno pun berkata “ngapain sih hidup dibuat susah?” Farzan “Maksutnya?” Rayno pun menjawab “sudahlah gak usah sok suci dan sok gak punya masalah. Aku tau kau kekurangan uang kan karena istrimu yang selalu membeli barang-barang mewah dan kamu kemarin habis ditipu kan?” Farzan yang sedang membaca seketika menghentikan aktivitasnya tersebut dan berkata “dari mana kau bisa tau?” Rayno “aku tau darimana itu gak penting, yang penting aku punya solusi untukmu” Farzan pun menjawab “memang apa solusimu?” Rayno pun berkata “sudahlah tak usah pura-pura bodoh, kita kan yang mengatur pengeluaran proyek ini. Kita bisa mengambil sebagiannya”. Farzan yang tidak menghiraukan kata-kata Rayno tersebut langsung pergi, dan Rayno pun berteriak pada Farzan “pikirkanlah kata-kataku tadi”.
Beberapa hari kemudian Farzan menemui Rayno dan ia pun berkata “baik, aku terima tawaranmu beberapa hari lalu” Rayno pun menjawab “nah gitu dong, Kita kan rekan kerja jadi harus saling membantu”. Rencana mereka pun berjalan lancar tetapi beberapa bulan kemudian mereka ketahuan oleh KPK. Dengan melalui 5 kali pemeriksaan di KPK, merekapun dinyatakan bersalah. Farzan dan Rayno pun dipenjara selama 5 tahun dan didenda 900 juta rupiah.
Setelah 1 bulan dipenjara istri Farzan menggugat cerai Farzan, karena istri Farzan yang terbiasa hidup mewah sudah tidak betah dengan hidupnya yang sekarang. Farzan yang dengan statusnya sebagai duda yang belum mempunyai anak ini masih belum sadar akan apa yang telah ia lakukan tersebut salah. Tetapi suatu hari ia bermimpi tentang kedua orang tuanya, lalu ia terbangun dan ingat dengan pesan-pesan yang kedua orang tuanya berikan. Dan berawal dari situlah Rorey Farzan Hakiim sadar dan berubah menjadi dirinya yang masih di poso. Dirinya yang dimaksut adalah dirinya yang taat beragama dan baik. Setelah ia keluar dari penjara, ia balik kekampung halamannya dan membangun usaha disana, dan saat ini usahanya maju pesat. Hingga usaha nya maju Farzan tidak memiliki istri dan ia pun masih terbayang akan semua kesalahannya. Dan kesalahannya tersebut menjadi penyesalan yang tak berujung bagi seorang Rorey Farzan Hakiim.

by : RIZKY ARDIANI

Leave a Reply

Diberdayakan oleh Blogger.